Maka Aku Akan Tersenyum Saja

Mencintai diam-diam itu seperti menggenggam sebuah bom waktu.
Akan ada waktunya melepaskan bom itu.
Atau memutuskan untuk terus menggenggamnya,
sampai ia meledak dan membiarkan kabar hatimu tak terdengar.
Aku mencintaimu secara diam-diam.
Tentu, seperti inilah definisi diam-diam bagiku :

Kau tak pernah tahu.
Dan aku hanyalah serupa manusia bisu.
Keberanian mungkin adalah hal yang paling jauh berada dari ragaku. 
Maka mulai seterusnya,
aku hanya akan tersenyum saja.

Aku akan tersenyum saja,
saat kau bercerita kau telah bertemu wanita yang manis parasnya.

Aku akan tersenyum saja,
saat kau bercerita kau telah jatuh cinta pada pandangan yang pertama.

Aku akan tersenyum saja,
saat kau berbahagia karena cintamu telah resmi dia terima. 

Aku akan tersenyum saja,
saat kau berkata pipi wanitamu merona saat kau menggenggam tangannya.

Aku akan tersenyum saja,
ketika matamu masih mampu menangkap gerak lambat di bibirku,
saat kau sibuk bercerita ini dan itu. 

Namun ketika aku berbalik badan,
tak akan mampu lagi kau perhatikan,
air mata yang berurai di pipiku pelan-pelan.

Maka aku akan tersenyum saja.
Seandainya esok hari,
kau menanyakan alasan mengapa kemarin aku terburu-buru pergi.


0 comments:

Post a Comment

Search This Blog