Aku Tak Suka Novel Itu!

Jum'at sore selepas jam kantor, sambil menunggu maghrib gw dan teman-teman kantor ngerumpi di lobi. Ashar tadi Ela datang ke kantor, ngasih kue (dia jadi pinter masak sejak nikah) dan mengembalikan buku Suci.

Salah satu buku itu adalah karangan Tere Liye yang berjudul "Rembulan Tenggelam di Wajahmu". Tebal novelnya sekitar 500 halaman, cover-nya didominasi warna jingga dan sinopsisnya tentang kehilangan. Gw gak meragukan deh klo novelnya Tere Liye pasti berkualitas. Klik banget di gue. Hehe... tapi, tentang kehilangan?

Gw: "Novel lo yang Sunset Bersama Rosie aja belom gw baca semua Ci."
Suci : "Kenapa? Udah tau ya akhirnya gimana?"
Gw: "Nggak, gw sebel sama ceritanya. Gak sukaaa."

Fyi, gw udah pernah buat review novelnya di sini (klik). Novel dengan cerita paling reseh yang pernah gw baca! Memaknai rasa cinta dengan cara yang beda. Hiks... rasanya pengen gw jitak bang Tere, bisa-bisanya nulis cerita cinta se-sadis itu.

*eh ampun bang!

Tetiba Bu Farah, Mamih kita yang cantik itu, lewat.
Dia bilang, "loh kenapa lu gak suka?"
Gw jawab, "ceritanya reseh bu."
"Terserah penulisnya dong mau nulis cerita kayak gimana... yaudah ya, duluaan..."

Gw kayak terhenyak gitu sama jawaban singkat bu Farah yang kesannya sekedar numpang lewat. Emang bener sih, terserah penulisnya mau nulis apa. Nasib pembaca, nikmatin aja  apapun yang diceritakan sama si penulis.

Termasuk harus legowo juga sama cerita di Lauhul Mahfuz yang sudah ditulis sama penulisnya Yang Maha Sempurna, Allah. Yakin aja, ada hikmah dari setiap kejadian.

Train your mind to see the good in everything, even at the toughest of times. Positivity is a choice. The happiness in your life depends on the quality of your thoughts. - Dr.Bilal Philips

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog