Rinduh (Bukan Judul Novelnya Tere Liye)

"Detik tak pernah berjalan mundur, tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru." - AADC

Siang pagi itu gw kembali nguli di Jakarta. *Eh, pinggiran deng.
Masih nggak percaya gw bisa meninggalkan zona nyaman itu; kubikel dengan pemandangan langit di depannya, tempat gw menggantungkan berjuta harapan. Kadang-kadang menghayal, kalo gw dan calon pemimpin masa depan gw entah siapa, sedang menatap langit yang sama dalam bingkai jendela yang berbeda. *uhuy sinetron banget*
Kita masih sama-sama berjuang untuk bisa saling bertemu, bahkan berjuang untuk kehidupan kita yang lebih baik di masa depan. Modal yakin aja dulu.. Hey, siapapun kamu, temukan aku dalam istikharahmu yaa~ hhaha...

"Menunggu dan ditunggu selalu menjadi sesuatu yang tidak pernah bisa kita tebak kemana arahnya. Hingga waktu datang dengan langkahnya yang pasti dan keberanian itu datang di dalam hati. Karena selalu ada awal untuk segala sesuatu, harus ada tanya yang diucapkan bila mengharap jawab, harus ada kata yang diungkapkan bila ingin orang lain mengerti."
- oleh Kurniawan Gunadi, penulis Hujan Matahari

Ok, kembali ke nguli.

Gw dapat teman-teman baru, tapi ga (mungkin "belum") menemukan lagi sahabat seperti Suci. Hiksss... gw lupa berdoa biar dipertemukan teman seperti dirinya kali yaaa? Hhuhu...

Sejak dinasehatin sama kak Sunardi biar selalu dipertemukan dengan orang-orang baik, sebelum pergi ke tempat baru gw selalu berdoa gitu. Ketika mau masuk kampus, ketika mencari kerja pertama kali... gw selalu berdoa, "Yaa Allah, pertemukan aku dengan seorang sahabat yang seperti Suci, yang bisa mengingatkan aku jika aku salah, dan senantiasa menuntun pada jalan yang benar." dan jawabannya adalah... gw ketemu Suci terus. Baru pertama kali ini pisahnya, dan berasa banget sampe ke sini. *right in the qalbi. :'(

Dan gw pikir, "Mungkin Allah justru bermaksud menjadikan Retno seorang sahabat yang seperti itu bagi orang lain,"

Jadi sorenya gw bernostalgia ke Plaza Festival. Tadinya mau ke Palma One, tapi gw ngerasa nggak enak. Haha... gw mau ketemuan sama Suci, pulang bareng kayak dulu. Ini hari senin, jadi perjalanan akan sangat macet.

Pemandangan kantor malam hari, temaram lampu ibu kota, langkah-langkah kaki orang yang lelah mencari nafkah. Sesuatu yang selalu gw nikmati sejak 2,5 tahun silam. Malam ini, gw akan bertemu Suci di trotoar Kuningan, tempat biasa kami menunggu angkot 44 ke Tebet. Seperti nggak terjadi apa-apa, padahal sebenarnya kita lagi reunian loh, karena udah nggak mencari nafkah di tempat yang sama lagi. *oke, itu sih gue aja yang lebay.

---
Sebenarnya gw mau nulis sesuatu yang dramatis, tapi belum bisa dulu deh. Udah terharu duluan sebelum disampaikan. Intinya, terimakasih telah menjadi GPS berjalan dalam petualangan hidup gw yang penuh drama, seseorang yang selalu menunjukkan jalan agar lebih dekat dengan-Nya. Boleh juga diartikan secara harfiah, ingatannya kuat seperti gajah, selalu bisa diandalkan supaya nggak nyasar di jalan. Hhihi...

"Segala cairan yang dikeluarkan dari tubuh manusia adalah menjijikkan, 
kecuali air mata, karena ia berasal dari hati."
-Felix Y Siauw

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog