Efek Drakor: I Can Hear Your Voice

Park Soo Ha, semasa kecil mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkannya memiliki kemampuan khusus, mendengar suara hati orang lain. Dengan kemampuan ini, dia bekerjasama dengan seorang pengacara untuk mengungkap banyak kasus kejahatan. Pekerjaan di meja hijau jadi lebih mudah dan cepat untuk diselesaikan, karena Park Soo Ha telah mengetahui apakah terdakwa benar-benar bersalah atau tidak.

Cara pengacara di drakor ini, untuk mengungkap berbagai kasus, keren banget. Misalnya kalau ada seseorang yang ditanyai pendapat tentang sesuatu, lalu langsung menjawab begini begitu, biasanya hal yang diungkapkan adalah sesuatu yang tidak biasa atau yang paling menarik minatnya lebih dulu.

detektif: "saya sedang mencari orang asing yang datang ke sini kemarin malam. Benar ada orang yang datang, kan?"
penjaga toko: "ya, benar."
detektif: "bagaimana tangan orang tersebut?"
penjaga toko: "hmm... biasa saja, tidak ada yang aneh dengan tangannya."

Dari percakapan itu, tersirat bahwa memang benar ada yang aneh dengan tangannya. Padahal orang yang dimaksud menggunakan tangan palsu. Orang normal akan menjawab, "tangannya kasar, sebesar ini, jarinya gendut..." dsb.

Gue lumayan terpengaruh sama cerita ini. Hhehe...  Jadi ketika gue keluar kantor kemarin sore, dalam perjalanan pulang menuju Penvil, gw lihat ada seorang lelaki dipinggir jalan yang duduk di atas motornya. Gue lagi menikmati udara sore menjelang maghrib, tetiba berasa diliatin, jadi gw liatin balik. Lelaki itu menunduk. Di balik helm yang dia pakai, gw bisa lihat dia tersenyum.

Hey, orang biasa, kalo gw liatin balik biasanya tersenyum sambil menganggukkan kepala atau (kalo yang udah kenal) malah menyapa, "pulang, mbak?"
Kalo seandainya dia tukang ojek, bisa jadi malah menawarkan jasanya. "ojek, mbak?"
Kalo cowok itu emang jaim dan nggak kenal gw, biasanya pura-pura lihat ke arah lain.

Kalo dia malah nunduk dan senyum setelah gue liatin balik, kemungkinan besar ada yang ingin dia sampaikan tapi gak bisa. Sesederhana sapaan, "hai," misalnya?

4 comments:

Search This Blog