Payung Baru

Siang ini gue ke Penvil (Pejaten Village) sendirian, makan siang. Menikmati ME-Time gitu... padahal emang gak ada temennya. Hhaha... berhubung gw udah jauh-jauh dari kantor ke Penvil sendirian, gue mampir dulu lah ke supermarket.

Benda pertama yang menarik pandangan gue adalah payung!


Gue ingat di Kota Kasablanka ada supermarket Jepang yang jual payung transparan. Keren banget kayak di film-film Jepang. Pengen sih ke Kokas tapi belum ada kesempatan lagi untuk berkunjung ke sana. Jadi, di sini lah gue menghadap ke rak berisi payung berbagai jenis.

Hati kecil gue pun berkata, "kau suka? Ambillah satu, gak masalah."

Di sini gak ada payung transparan, jadi gak gue pilih. Dari seluruh payung yang ada di rak itu, pilihan gue jatuh pada sebuah payung warna pink yang dihiasi bunga-bunga perpaduan warna merah dan ungu. Bagus, sih menurut gue. #PinkAlwaysEyeCatching

Gue udah ngantri di kasir. Lalu gue pikir, "payung ini emang unyu anet, tapi... apa gak sebaiknya yang netral aja?" Gue galau. Warna pink ini bisa lebih cepat kotor kalau gak dibersihkan dengan benar. Setelah meimbang-nimbang rasa di dada, akhirnya gue kembali lagi ke rak penuh payung itu.

Kejadian itu berulang 2 - 3 kali. Sampai akhirnya gue benar-benar memutuskan untuk mengambil payung polkadot warna coklat.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah:
Kadang kita pikir sesuatu akan terjadi, tapi kalau Allah berkehendak nggak bisa, yaudah. Gak akan terjadi. Padahal gue udah tinggal bayar payung itu aja, kan, lalu dibawa pulang... tapi kenyataannya rejeki gue adalah si payung polkadot coklat, maka Allah membalikkan hati gue buat balik lagi ke rak payung. Kayak orang yang sudah tunangan, akan batal pula pernikahan mereka jika memang bukan jodohnya. #EH!

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog