Sepotong Hati Yang Baru Versi RDN

Baru sekarang kepikiran, kenapa di siang terakhir kita, aku beralasan ke toilet hanya untuk menghapus air mataku, bukannya langsung bilang saja, "kita nikah aja yuk."

Karena saat itu, aku terlalu takut pada hal-hal yang sebenarnya belum tentu akan terjadi. Banyak kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Bahwa kita masih melanjutkan studi, keinginan orang tua kita untuk mendapatkan karir impian kita, bahwa tidak sewajarnya kita menikah terlalu dini. Persetan dengan semua itu, karena kita harus menggadaikan kebahagiaan kita sendiri.

Sederhana saja keinginanku saat itu, selalu bersama denganmu apapun keadaannya. Aku selalu merasa senang bersamamu, aku selalu merasa lebih baik. Kamu bilang, "aku harus pergi demi kebaikan kita." dan saat itu aku pikir, tidak ada yang menjamin suatu hari nanti kamu akan kembali padaku.

Sudahlah, pada akhirnya aku pun menunggumu beberapa tahun. Aku coba menyelami duniamu, menjalankan apa yang menjadi keinginanmu, mengubah pola pikirku. Tanpa sadar aku telah menjadi orang lain.

Setelah sekian lama, seperti tersadar dari tidur panjang dan mimpi yang melelahkan, kini aku kembali menjadi diriku sendiri. Tentu saja kehadiranmu dalam hidupku tidak lantas lenyap begitu saja jejaknya. Tetapi menumbuhkan pemahaman baru tentang arti kesetiaan dan ketulusan untuk mencintai seseorang.

Rasa-rasanya aku iri pada orang lain yang bisa mengambil keputusan untuk menikah dalam usia yang begitu muda. Menjalani hidup bersama dari 0, tidak terlalu ambil pusing tentang berbagai kemungkinan yang akan terjadi di depan. Asalkan bersama dia, semuanya akan baik-baik saja. Begitu, kan? ^_^

Itu sesuatu yang sudah lewat masanya, yang tidak bisa aku lalui sama kamu di masa lalu, maupun di masa depan. Toh kita selalu dipertemukan dengan orang yang tepat di saat yang tepat, kan? Mungkin memang harus seperti itu, setelah pemahaman itu datang, barulah aku siap dengan kisah yang baru.

Dan dengan pemahaman itu, maka terlahir komitmen bahwa apapun yang terjadi, kami harus selalu bersama. Pergi bukanlah solusi..

4 comments:

  1. wah wah, ke toilet lagi,, cerita lama nih,, kenapa eno?

    ReplyDelete
  2. koq belum update lagi blognya,,, semakin memudar kah,,, hahaha

    ReplyDelete

Search This Blog